3 proposal penelitian dosen UNARS lolos didanai DIKTI tahun 2016
Sebanyak 3 proposal Penelitian dosen UNARS berhasil lolos dan diterima untuk didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud. Berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Dikti, UNARS tercatat meloloskan sebanyak 3 proposal penelitian dengan rincian 2 proposal penelitian skim Hibah Bersaing dan 1 proposal Penelitian Disertasi Doktor. Selanjutnya, dengan hasil seleksi itu telah dilakukan kontrak kerja pelaksanaan dengan para pimpinan perguruan tinggi. Program dimulai Januari tahun ini dan akan dipantau pelaksanaannya pada Agustus mendatang.
Adapun 3 kelompok dosen yang proposal penelitian berhasil didanai DIKTI :
Penelitian Hibah Bersaing
- Ir. Martono Achmar, M.M dan Ir. Sulistyaningsih, M.M ( Fakultas Pertanian
- Ir. Yohanes Nangameka, M.P dan Ir. Sumarno, M.P (Fakultas Pertanian)
Penelitian Disertasi Doktor
- Ir. Endang Suhesti, M.P (Fakultas Pertanian)
Selamat berkarya !
P3M UNARS Gelar Bedah Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNARS menyelenggarakan Bedah Proposal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat pada tanggal 30 Maret 2016 di Kampus Universitas Abdurachman Saleh Situbondo (UNARS).
Kepala P3M, Drs. Hardjono, M.M mengatakan, Bedah Proposal Penelitian dan Pengabdian ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan serta standar akademis yang merupakan tuntutan bagi setiap dosen, baik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun swasta. “Adapun Narasumber Kementrian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Dikti Ristek RI) Prof. Dr. sc. agr. Ir. Didik Sulistyanto, sebagai tenaga yang berpengalaman dibidang penelitian, dan akan diikuti sekitar 80 peserta Dosen UNARS,”ujarnya.
Menurut Hardjono, dalam dunia akademik dosen seharusnya mempunyai kemampuan untuk melakukan penulisan proposal, ini merupakan sebuah keharusan yang melekat bagi dosen sebagai tenaga pengajar yang terlibat aktif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan peristiwa empiris yang berlaku serta berkembang secara nyata di tengah masyarakat.
Ditambahkan, menyadari semakin penting riset, maka Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat merasa perlu melaksanakan kegiatan Bedah Proposal Penelitian dan Pengabdian sesuai dengan standar akademis.
“Ini dilakukan dalam rangka menyambut persiapan pengajuan proposal yang akan segera diumumkan Kementrian Pendidikan Tinggi dan Riset dan Teknologi Repulik Indonesia (Dikti Ristek RI) yang akan menjaring proposal yang layak untuk diberikan dana penelitian yang disediakan oleh Pemerintah RI,”pungkas Hardjono.